Mengemas Museum Minyak Atsiri Indonesia agar Lebih Menarik dan Mendunia

Mengemas Museum Minyak Atsiri Indonesia agar Lebih Menarik dan Mendunia

Museum minyak atsiri Indonesia | Sumber: FB Rumah Atsiri

Siapa sih yang tak suka wangi-wangian? Semua orang mungkin suka, tapi dengan jenis wangi-wangian yang bisa saja berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan berbagai produk yang berbau harum/diberi pewangi; mulai dari parfum, pengharum ruangan, produk perawatan kecantikan, produk kebersihan rumah, hingga insektisida dicampur dengan harum-haruman tertentu agar tampak lebih menarik/lebih bermanfaat. Ternyata, bahan-bahan pengharum tadi berasal dari minyak atsiri, yang secara alami dihasilkan oleh tanaman/tumbuhan; baik dari bunga, daun, batang, biji, kulit kayu, kulit buah, akar, atau rimpangnya.

Minyak atsiri adalah minyak dari tanaman yang komponennya secara umum mudah menguap (sehingga disebut minyak terbang). Kalau kita pernah mendengar tentang “bibit minyak wangi”, itulah minyak atsiri, atau ada juga yang menyebutnya dengan minyak aromatik, minyak eterik, atau minyak esensial.

Bergantung dari jenis tanaman dan varietasnya, ada minyak atsiri yang berfungsi sebagai bahan pembuatan parfum, aromaterapi, obat gosok, bahan pembuatan produk kecantikan dan perawatan tubuh/rambut, penyegar dan pencuci mulut, bahan krim untuk kulit, pengharum ruangan, bahan perasa dalam pangan dan minuman, untuk mengompres saat demam/flu/masuk angin, insektisida, pestisida, atau lainnya.

 

Melati, salah satu tanaman penghasil minyak atsiri (Dokpri)
Melati, salah satu tanaman penghasil minyak atsiri (Dokpri)

 

Indonesia kaya akan tanaman penghasil minyak atsiri, beberapa di antaranya bahkan sudah terkenal di pasar dunia. Di antara yang sudah terkenal itu adalah nilam, sereh wangi, cengkeh, jahe, pala, lada, kayu manis, cendana, melati, akar wangi, kenanga, kayu putih dan kemukus. Terutama nilam, Indonesia merupakan pengekspor nilam terbesar di dunia.

Sejak perang dunia II minyak atsiri telah menjadi salah satu komoditas ekspor di Indonesia, sedangkan di tahun 2012 kontribusi Indonesia terhadap pemenuhan kebutuhan minyak atsiri dunia malah sudah mencapai sekitar 85%. Ekspor tersebut kebanyakan masih berupa produk setengah jadi atau belum menjadi turunannya atau minyak atsiri murni. Kelihatannya banyak ya, tapi sebenarnya baru sebagian saja jenis tanaman penghasil minyak atsiri yang sudah dikomersialkan. 

Itu semua karena pengelolaan minyak atsiri oleh pemerintah masih kurang baik dan kurang maksimal. Akibatnya, seringkali komponen bahan minyak atsirinya jadi rusak. Selain itu, Indonesia juga masih kurang mampu dalam mengolah sumber minyak atsiri dan mengembangkan proses serta mempertahankan bahan-bahan minyak atsiri termasuk siklus persediaan bahan mentah dan produk jadi. 

Sehingga, walaupun negara luar sering membutuhkan beberapa komponen minyak atsiri yang hanya bisa ditemukan di Indonesia, tetapi Indonesia belum bisa memasarkannya ke jangkauan yang lebih luas.

Museum Minyak Atsiri Indonesia

 

Museum minyak atsiri Indonesia | Sumber: FB Rumah Atsiri
Museum minyak atsiri Indonesia | Sumber: FB Rumah Atsiri

 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia sangatlah banyak, maka wajar jika di Indonesia juga ada pabriknya. Salah satu dari pabrik tersebut berlokasi di sebelah Kelurahan Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tidak tanggung-tanggung, salah satu proyek mercusuar Bung Karno ini dulu merupakan pabrik atsiri terbesar di Asia Tenggara. 

Bangunan hasil kerja sama dengan Bulgaria ini konstruksinya sangat bagus, besinya tidak keropos walau diterpa panas dan hujan selama bertahun-tahun dan bangunannya kokoh walau dulu sering terkena gempa hingga 25 kali sehari. Arsitek Bulgaria yang merancangnya, tenaga ahlinya pun banyak yang dari sana. 

Malahan, karena tenaga ahlinya banyak yang berasal dari Bulgaria yang komunis, banyak dari mereka yang akhirnya pergi menyelamatkan diri saat peristiwa G30S terjadi. Pembangunan yang sudah berlangsung sejak tahun 1963 itu pun sempat terhenti, mangkrak, dan tak terurus.

 

Ladang sayuran di museum minyak atsiri Indonesia | Sumber: FB Rumah Atsiri
Ladang sayuran di museum minyak atsiri Indonesia | Sumber: FB Rumah Atsiri

 

Kini, pabrik tersebut akan dijadikan museum minyak atsiri Indonesia. Bangunan itu nantinya tidak akan sepenuhnya dijadikan pabrik seperti dulu, tetapi juga tempat wisata sains yang dilengkapi dengan tempat wisata pendidikan sejarah atsiri Indonesia, ladang sayur sehat, dan taman berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri.

Mengingat besarnya potensi minyak atsiri di Indonesia, termasuk juga riwayat museum minyak atsiri ini, maka pengelolaan museum minyak atsiri ini haruslah dikonsep dengan sangat baik. Di sini, saya ingin menyuguhkan suatu konsep yang seluruhnya berhubungan dengan minyak atsiri dan berbeda dari yang lain.

Untuk itu, beberapa ide ini dapat menjadi bahan pertimbangan:

1. Museum minyak atsiri ini pada awalnya adalah pabrik minyak atsiri, maka tentu saja ada bagian pengenalan dari alat-alat dan proses pembuatan minyak atsiri. Pengunjung bisa melihat langsung tata cara pembuatan minyak atsiri mulai dari awal. Lengkapi dengan video pemutaran cara membuat minyak atsiri, demo/pengoperasian pabrik, dan praktek langsung pengunjung. Akan mengasyikkan jika diadakan praktek mencampur berbagai minyak atsiri sesuka hati untuk mendapatkan wangi parfum baru/citarasa minuman baru, atau semacamnya; dan ini bisa dilombakan. Jadi, ada aplikasinya.

 

Peralatan di pabrik minyak atsiri (calon museum minyak atsiri Indonesia) | Sumber: FB Rumah Atsiri
Peralatan di pabrik minyak atsiri (calon museum minyak atsiri Indonesia) | Sumber: FB Rumah Atsiri

 

2. Sediakan pemetaan daerah-daerah penghasil minyak atsiri di Indonesia berikut tanaman-tanaman penghasil minyak atsirinya itu apa saja; produk-produknya; perkembangan alat-alatnya dari masa ke masa beserta replikanya; perkembangan minyaknya dari tahun ke tahun; pameran botol-botol unik parfum dari masa ke masa; benda-benda seni, gambar, dan furniture terkait minyak atsiri;   

 

Peralatan di pabrik minyak atsiri (calon museum minyak atsiri Indonesia) Sumber: FB Rumah Atsiri
Peralatan di pabrik minyak atsiri (calon museum minyak atsiri Indonesia) Sumber: FB Rumah Atsiri

 

3. Wisatawan diperbolehkan untuk membaui aneka parfum/minyak atsiri yang ada di sana.

4. Apabila memungkinkan, buatlah dinding, lantai, dan lain-lain yang bernuansa tanaman atsiri (desain arsitektur yang indah) dan ruangannya diberi wangi atsiri itu. Atau setidaknya, ada ruangan yang diberi pengharum atsiri. Karena bangunan pabrik masih mempertahankan arsitekturnya, maka mungkin bisa ditambahkan sebagai bangunan-bangunan baru di sekitarnya (karena saya lihat halamannya masih luas).

 

Museum minyak atsiri Indonesia Sumber: FB Rumah Atsiri
Museum minyak atsiri Indonesia Sumber: FB Rumah Atsiri

 

5. Sediakan kebun tanaman khusus berminyak atsiri alami, dengan wangi yang menyengat dan penampakan yang indah, misalnya mawar dengan keharuman tinggi: Damaskus Roses (Rosa Damascena). Bisa di area yang sempit dan tertutup bila tidak memungkinkan.

6. Kebun tanaman penghasil minyak atsiri tetapi fungsinya lebih kepada pengenalan saja/keilmuan, diberi nama dan manfaat minyak atsirinya.

Kebun-kebun dari tanaman penghasil atsiri di atas dirawat dengan pengendali hama yang berasal dari minyak atsiri (misalnya: selasih ungu) dan kompos dari limbah ampas (pembuatan minyak atsiri) yang sudah disuling.

 

Taman lavender di museum minyak atsiri Indonesia Sumber: FB Rumah Atsiri
Taman lavender di museum minyak atsiri Indonesia Sumber: FB Rumah Atsiri

 

7. Sediakan kafe atsiri, yaitu tempat yang menyediakan minuman-minuman bercita rasa atsiri. Akan lebih baik lagi jika pengelola membuat suatu jenis minuman baru (minuman kombinasi) yang unik dan khas sebagai “icon” museum atsiri di sana. Bahan dari minuman ini bisa juga dari tanaman hasil kebun atsiri yang dibudidayakan di sana (terintegrasi).

8. Karena minyak atsiri sangat berhubungan dengan spa/perawatan kecantikan dan kesehatan (aromaterapi) maka tak ada salahnya kalau disediakan pula ruang untuk itu. Di Jepang misalnya, ada tempat wisata/spa dengan air mandi yang dimasuki buah-buah apel utuh.

Minyak atsiri untuk produk kecantikan dan perawatan tubuh, misalnya: melati, mawar, adas, lada, kemangi, dan jahe; sedangkan minyak atsiri untuk perawatan rambut, misalnya: teh hijau, buah jeruk, orang-aring, dan pohon waru.

Untuk pijat aromaterapi, misalnya kemangi (untuk menyegarkan tubuh).

9. Sediakan ruangan/halaman bertanaman atsiri anti nyamuk untuk kegiatan malam hari/outdoor/yang banyak nyamuknya. Bisa untuk berkemah atau kegiatan lainnya. Ini merupakan aplikasi langsung/pembuktian dari khasiat minyak atsiri. Contoh minyak atsiri anti nyamuk adalah kenanga, jeruk purut, dan sereh.

10. Setiap pengunjung akan mendapat cologne dengan aroma minyak atsiri (kombinasi khusus, unik) dan atau permen pelega tenggorokan (misal dari kemangi-tapi sebaiknya yang unik juga/kombinasi), atau serupa itu sebagai semacam suvenir yang “atsiri banget”.

11. Adakan pelatihan mengenai minyak atsiri dan cara pemasarannya

Di sini, saya perhatikan pelatihan semacam ini sudah ada, yaitu berupa pengenalan akan  Good Agriculture Practice (GAP), proses produksi, kualitas, cara penggunaan, penyimpanan dan faktor keselamatan. Mungkin bisa ditambahkan mengenai cabang-cabangnya, yaitu cara membuat minyak atsiri untuk pestisida, cara membuat minyak atsiri untuk aromaterapi, cara meningkatkan produksi minyak atsiri pada suatu tanaman, cara membuka bisnis spa atsiri, dan lain-lain.

12. Di beberapa tempat wisata, saya mendapati wisata “desa” yang aplikatif, misalnya menanam sama-sama, praktek membajak sawah, dan lain-lain. Nah, di museum ini mungkin bisa diterapkan juga. Anak-anak SD terutama, pasti suka bila diajak praktek menanam tanaman atsiri.

13. Jika memungkinkan, adakan lomba menebak minyak atsiri apa. Mekanismenya seperti ini. Peserta mencium aroma-aroma atsiri dalam botol bernama, lalu matanya ditutup dan harus menebak aroma-aroma atsiri dalam botol tak bernama. Yang paling cepat dan tepat dialah pemenangnya.

14. Adakan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan/integrasi dengan lembaga pendidikan, study tour, karya ilmiah, pelatihan, lomba, dan sebagainya. Lembaga-lembaga pendidikan bisa dihimbau agar menanam tanaman penghasil atsiri tertentu lalu hasilnya bisa dibisniskan oleh lembaga itu dan menjadi sumber pemasukan lembaga dan siswa sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa; atau bisa juga hasilnya disalurkan ke pihak museum atau pihak yang telah ditunjukkan oleh museum (kan tadi sudah ada pelatihan tentang minyak atsiri). Lakukan riset terus-menerus untuk mendapatkan wangi-wangi parfum baru dan desain botol/kemasan parfum yang unik dan indah.

 

Ruang Laboratorium ex pabrik penyulingan Citronella, 1963 (cikal bakal museum minyak atsiri Indonesia) Sumber: FB Rumah Atsiri
Ruang Laboratorium ex pabrik penyulingan Citronella, 1963 (cikal bakal museum minyak atsiri Indonesia) Sumber: FB Rumah Atsiri

 

15. Adakan kerja sama dengan komunitas, misalnya komunitas olahraga (contoh: even jalan sehat dengan start dan finish di museum minyak atsiri/tempat lain yang sudah disediakan “treatment” atsiri)

Setelah capek berolahraga diberi sajian berminyak atsiri atau pijat minyak atsiri, atau masuk ke dalam ruangan berminyak atsiri yang berfungsi untuk menyegarkan tubuh/menghilangkan capek.

Contoh minyak atsiri untuk:

  • Pegal, lelah dan cedera ringan (pijat): kayu putih
  • Pegal, rematik, keseleo: akar temu ireng, lada hitam
  • Kejang, otot kaku, kram: mawar, jintan, peppermint

16. Adakan even-even khusus pada momen-momen tertentu dan bertema, misal temanya tentang minyak atsiri mawar (sesuai tanamannya), minyak atsiri untuk kecantikan/spa day/lainnya (sesuai fungsinya), minyak atsiri untuk menenangkan/mengembalikan semangat (untuk murid setelah ujian/pekerja setelah hari-hari padat kerjanya),

Contoh:

a. Sebelum ujian:

  •     Meningkatkan fokus: peppermint, rosemary
  •     Meningkatkan fungsi otak dan memori: rosemary

b. Setelah ujian/hari-hari padat kerja:

  •     Memperbaiki mood: lavender
  •     Stres: cengkeh
  •     Anti depresi: jeruk manis, mawar, sereh, chamomile
  •     Menenangkan dan menyegarkan pikiran, mengurangi kecemasan: lavender
  •     Relaksasi: lavender, chamomile, melati, mawar, kayu cendana, dan vanila.

  c. Kampanye anti rokok (menurunkan hasrat merokok): lada hitam

   d. Dan lain-lain

17. Museum minyak atsiri ini berada di daerah pegunungan, maka permudah akses untuk menuju ke sana. Kemudian di sepanjang jalan menuju lokasi tanami dengan tanaman-tanaman penghasil minyak atsiri dan hiasi dengan taman-taman.

 

Parfum, contoh produk hasil minyak atsiri Sumber: http://kemejapriabandung.blogspot.co.id/
Parfum, contoh produk hasil minyak atsiri Sumber: http://kemejapriabandung.blogspot.co.id/

 

18. Sediakan dokter, perawat, apoteker, petugas kesehatan, dan ruangan kesehatan untuk antisipasi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan; karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan penggunaan minyak atsiri, misalnya:

      a. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, ditemukan kasus alergi dan dermatitis terkait dengan penggunaan minyak atsiri,

      b. Anak berusia di bawah 5 tahun, ibu hamil dan menyusui, pengidap asma, atau penderita gangguan ginjal sebaiknya menghindari penggunaan minyak atsiri,

      c. Dalam konsentrasi ringan, minyak atsiri mawar dapat menghilangkan sakit kepala, namun dalam konsentrasi yang sangat tinggi justru bisa menimbulkan sakit kepala.

      d. Sebaiknya di dalam penggunaan minyak atsiri berkonsultasi dengan dokter/di bawah pengawasan dokter.

19. Sediakan pula pemandu (guide) untuk mempermudah pengunjung bertanya tentang hal yang tidak diketahui/kurang dipahami.

Museum yang serupa dengan museum minyak atsiri ini sudah ada di kota Köln, Jerman, sejarahnya pun serupa (berasal dari pabrik). Museum tersebut adalah Fragrance Museum Farina House atau Duftmuseum. Dengan pengenaan konsep yang lebih baik, bukan tidak mungkin nantinya bekas pabrik minyak atsiri terbesar di Asia Tenggara ini levelnya naik tidak hanya lingkup Asia Tenggara, tetapi setelah menjadi museum malah bisa menjadi terkenal di level dunia. Bukankah begitu harapan kita?

Sumber: 1 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17

Sumber :

http://www.kompasiana.com/…/mengemas-museum-minyak-atsiri-i…