01

Tanggal 05 Mei 1961

Pemerintah Indonesia berkerjasama dengan Pemerintah Bulgaria melalui kerjasama ekonomi yang ditandatangani pada tanggal 5 mei 1961. Dukungan teknik dan ilmu pengetahuan akan diberikan Pemerintah Bulgaria ke Pemerintahan Indonesia dalam rangka kerjasama perdagangan jangka panjang tersebut. Pada tahun 1962, Indonesia membuka Kedutaan Besar Indonesia di sofia, Bulgaria sebagai wujud kerjasama yang baik antara dua negara, terutama kerjasama di bidang ekonomi.

 

02

Dalam implementari yang menguatkan hubungan kerjasama tersebut, pada tanggal 1 Agustus 1963 didirikan pabrik Minyak Atsiri di Tawangmangu, Karanganyar, Indonesia dengan nama “Citronella”. Kerjasama antara Techno Export Bulgaria dan PNPR ( Perusahaan Negara Perindustrian Rakyat ), Kimiayasa Indonesia, Kerjasama kolaborasi ini didasarkan pada kerjasama produksi dengan pinjaman  modal dari Pemerintah Bulgaria sebagai modal investasi. Sebagian dari pinjaman tersebut nantinya akan dibayar melalui bagi hasil produksi “citronella” dalam 5 tahun hasil produksi ketika sudah beroperasi.

 

03

Pabrik citronella

Yang memproduksi minyak “Citronella” (sereh wangi ), minyak ini digunakan sebagai sumber bahan kimia  wewangian seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol. Citronella Jawa yang disebut Java Citronella memiliki kandungan sitronelal ( 32- 45% ), geraniol ( 11- 13% ), geranyl  asetat ( 3-8% ), limonene ( 1-4%). Sitronelol  adalah konstituen utama senyawa sintetis yang beraroma mawar.

Bulgaria menghasilkan 85% dari minyak mawar dunia. Oleh karena itu perjanjian kolaboratif untuk mendirikan pabrik serai dengan sistem bagi hasil di Jawa dinilai sebagai proyek yang saling menguntungkan. Proyek “Citronella” berhenti sama sekali karena situasi politik dan ekonomi  yang tidak stabil di indonesia dan kurangnya pembiayaan proyek. Proyek “Citronella” dilikuidasi pada tanggal  4 September  1986 dan diambil alih oleh PT Intan Pu
ama Sejati. Pada September 2015 kepemilikan dipindahkan ke PT Rumah Atsiri Indonesia, dengan tujuan mengubah fasilitas menjadi Museum Minyak Atsiri.